Etika Dan Rasa Keadilan Semu Pada Kasus Nadiem
Pelantikan Pengurus Cabang PMII Kota Batam Periode 2025–2026: Perkuat Sinergi Pembangunan Batam Melalui Kolaborasi Investasi, Pemerintah, dan Masyarakat
KABARMASA.COM, KEPULAUAN RIAU - Kota Batam, 29 Juni 2026 – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Batam resmi dilantik dalam sebuah rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat di PIH Hotel Batam, Minggu (28/6). Kegiatan tersebut mengusung tema "Sinergi Pembangunan Batam: Kolaborasi Investasi, Pemerintah, dan Masyarakat", sebagai bentuk komitmen PMII dalam mengambil peran strategis untuk mendukung pembangunan Kota Batam melalui sinergi berbagai elemen.
Pelantikan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, organisasi kemahasiswaan, dan tokoh masyarakat, di antaranya Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pertanian PB PMII Sahabat La Ode Abdurrahman yang mewakili Ketua Umum PB PMII, Ketua Pengurus Wilayah IKA PMII Kepulauan Riau yang diwakili Sahabat Zainal Abidin, S.IP., M.Sos, Ketua PKC PMII Kepulauan Riau Sahabat Arie Rahmadani Kurniawan, Pemerintah Kota Batam yang diwakili oleh Demi Hastinul Nasution selaku Staf Ahli Wali Kota Batam Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Batam yang diwakili Dian Hari, Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam yang diwakili Muhammad Zaini, S.Si, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Batam yang diwakili Muhammad Sodikin, S.Pd., M.Si, jajaran organisasi Cipayung Plus se-Kota Batam, BEM se-Kota Batam, senior dan alumni PMII, serta para kader dan tamu undangan lainnya.
Selain prosesi pelantikan pengurus baru, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Launching Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PMII Kota Batam sebagai bentuk komitmen organisasi dalam memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat serta kader PMII. Tidak hanya itu, sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan keagamaan, PC PMII Kota Batam turut melaksanakan penyerahan 50 mushaf Al-Qur'an kepada Pondok Pesantren Al-Kautsar Kota Batam sebagai ikhtiar memperkuat nilai-nilai keislaman dan mendukung pendidikan generasi muda.
Dalam sambutannya, Ketua PC PMII Kota Batam, Sahabat Suhardi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan sekaligus amanah yang diberikan kepada kepengurusan baru. Ia menegaskan bahwa PMII harus menjadi organisasi yang adaptif, progresif, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.
"Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal pengabdian kami kepada masyarakat. PMII Kota Batam siap bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan gagasan, solusi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan Batam yang lebih maju dan berkeadilan," ujar Sahabat Suhardi.
Sementara itu, sambutan dari IKA PMII Kepulauan Riau yang diwakili oleh Sahabat Zainal Abidin memberikan motivasi kepada seluruh kader agar terus menjaga nilai-nilai perjuangan PMII serta memperkuat kolaborasi lintas generasi.
"PMII telah melahirkan banyak kader yang berkiprah di berbagai bidang. Karena itu, kami berharap kepengurusan yang baru mampu menjaga semangat kaderisasi, memperkuat integritas, dan terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Sebagai senior akan selalu mendukung langkah-langkah positif yang dilakukan oleh PC PMII Kota Batam," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pertanian PB PMII, Sahabat La Ode Abdurrahman, menekankan pentingnya semangat kader untuk terus belajar, berproses, dan mengembangkan kapasitas diri sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.
"PMII adalah ruang pembelajaran yang tidak pernah berhenti. Jangan pernah lelah untuk terus berproses, memperluas wawasan, membangun jejaring, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Organisasi ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang tangguh apabila setiap kader memiliki semangat belajar, mengabdi, dan berjuang secara konsisten," pesannya.
Tema "Sinergi Pembangunan Batam: Kolaborasi Investasi, Pemerintah, dan Masyarakat" menjadi refleksi bahwa pembangunan Kota Batam memerlukan keterlibatan seluruh elemen, termasuk organisasi kepemudaan dan mahasiswa. PMII diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi, penggerak perubahan, sekaligus mitra kritis yang konstruktif dalam mendukung iklim investasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru, diharapkan PC PMII Kota Batam semakin aktif menjalankan fungsi kaderisasi, pengabdian kepada masyarakat, advokasi kebijakan, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa PMII Kota Batam siap melangkah lebih maju sebagai organisasi yang tidak hanya mencetak kader intelektual dan religius, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan pembangunan Batam yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.(Tim/Red)
Wamentan Sudaryono Dorong HKTI Kepri Perkuat Ketahanan Pangan dan Kawal Program Pemerintah
KABARMASA.COM, KEPULAUAN RIAU - Kota Batam – Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono, B. Eng., M.M., M.B.A., menegaskan bahwa Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Riau.(29/06/2026)
Hal tersebut disampaikan Sudaryono usai menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) HKTI Provinsi Kepulauan Riau yang dipimpin Ketua DPD HKTI Kepri, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., di Batam.
Menurut Sudaryono, kepengurusan HKTI yang baru diharapkan mampu menjadi penghubung antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani dalam mengawal berbagai program pembangunan di sektor pertanian.
"HKTI merupakan mitra pemerintah. Tugas kita bersama adalah meningkatkan produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Khusus di Kepulauan Riau, organisasi ini harus mampu mengawal berbagai program pemerintah agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini terus mengarahkan anggaran negara agar lebih efektif dan tepat sasaran untuk mendukung program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sektor pertanian.
Menurutnya, berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari kebutuhan alat dan mesin pertanian, pembangunan irigasi, hingga peningkatan produktivitas pertanian, akan menjadi perhatian pemerintah.
Sudaryono bahkan membuka ruang komunikasi secara langsung kepada pengurus HKTI dan masyarakat agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera disampaikan kepada Kementerian Pertanian.
"Kami ingin persoalan-persoalan yang dihadapi petani bisa cepat diketahui dan dicarikan solusinya. HKTI harus menjadi organisasi yang aktif mengadvokasi kepentingan petani," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan produksi pangan nasional, termasuk melalui pembukaan lahan pertanian baru di sejumlah daerah yang memiliki potensi untuk mendukung swasembada pangan.
Sementara itu, Ketua DPD HKTI Kepulauan Riau yang juga Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, menyampaikan bahwa kepengurusan HKTI yang baru akan fokus mendukung program ketahanan pangan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Menurutnya, meskipun Kepulauan Riau merupakan wilayah kepulauan, daerah ini tetap memiliki potensi untuk mengembangkan sektor pertanian, terutama komoditas yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kami akan fokus mengembangkan komoditas yang menjadi kebutuhan masyarakat seperti sayur-mayur, telur, ayam, serta berbagai hasil hortikultura. Semua program tersebut akan disinergikan dengan program pemerintah seperti Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, dan program ketahanan pangan lainnya," kata Nyanyang.
Ia menambahkan, HKTI akan menjalankan fungsi sebagai organisasi masyarakat yang menjembatani aspirasi petani kepada pemerintah sekaligus menyosialisasikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.
"HKTI berperan sebagai penghubung. Kami menyerap aspirasi dari bawah untuk disampaikan ke pemerintah pusat, sekaligus mengawal kebijakan pemerintah agar dapat diterapkan dengan baik di daerah," ujarnya.
Nyanyang juga menjelaskan bahwa tantangan utama sektor pertanian di Kepulauan Riau bukan hanya pada produksi, tetapi juga persoalan pupuk, akses pasar, serta penguatan kelembagaan petani. Karena itu, HKTI akan terus hadir mendampingi petani agar berbagai kendala tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Melalui kepengurusan baru periode 2026–2031, HKTI Kepulauan Riau diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (Tim/Red)
Afad Usasra Bakal Calon Kades Akan Bangun Sekolah Unggulan Dan Univeritas Di Desa Tridaya Sakti Kolaborasi Dengan Kementrian
![]() |
KABARMASA.COM, BEKASI – Bakal Calon Kepala Desa Tridaya Sakti, Afad Usasra S.H, M.H, menegaskan
komitmennya untuk menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam
pembangunan Desa Tridaya Sakti. Melalui visi besar pembangunan sumber daya
manusia, Afad berjanji akan mendorong hadirnya sekolah unggulan dan perguruan
tinggi melalui kolaborasi dengan berbagai kementerian, pemerintah daerah, serta
institusi pendidikan negeri,luar negeri, maupun swasta, untuk Tridaya
Sakti, Tambun Selatan Kab Bekasi.
Menurut Afad Usasra, kemajuan sebuah desa tidak
hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya
manusia yang dimiliki masyarakatnya. Oleh karena itu, dirinya siap mengerahkan
seluruh kemampuan dan jaringan yang dimiliki untuk mewujudkan pendidikan yang
berkualitas bagi warga Desa Tridaya Sakti.
"Saya
akan mempertaruhkan seluruh tenaga, pikiran, dan kemampuan yang saya miliki
untuk mencerdaskan masyarakat Desa Tridaya Sakti. Saya tidak ingin ada
anak-anak desa yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Di era
persaingan saat ini, pendidikan dan pengalaman menjadi modal utama untuk meraih
kesejahteraan," ujar Afad.
Sebagai seorang aktivis nasional yang bergerak
di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, serta Direktur PEHUMA Institut, Afad menyatakan akan
membangun sinergi dengan berbagai perguruan tinggi negeri, luar negeri dan
swasta, sekolah unggulan, serta pemerintah di tingkat kabupaten, provinsi,
hingga kementerian untuk menghadirkan program pendidikan yang berdampak
langsung bagi masyarakat.
"Saya
akan mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah,
perguruan tinggi, sekolah unggulan, hingga kementerian terkait untuk
bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang maju di Desa Tridaya Sakti.
Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh
generasi sekarang maupun generasi mendatang," tambahnya.
Afad meyakini bahwa masyarakat yang memiliki
pendidikan, keterampilan, dan keahlian akan lebih mudah menciptakan
kesejahteraan bagi dirinya sendiri dan keluarganya. Menurutnya, pendidikan yang
baik akan melahirkan berbagai profesi dan peluang usaha yang dapat meningkatkan
taraf hidup masyarakat.
"Ketika
seseorang memiliki pendidikan, profesi, dan keahlian, maka ia akan mampu
menghidupi dirinya sendiri. Saya tidak ingin hanya memberikan bantuan sesaat.
Saya ingin memberikan bekal yang bisa digunakan sepanjang hidup. Saya tidak
memberikan ikan, tetapi saya ingin memberikan kail pancing. Jika ikan bisa
habis, maka kail pancing akan membuat seseorang mampu mencari penghidupannya
sendiri kapan pun ia mau," tegasnya.
Program pembangunan pendidikan unggulan yang
diusung Afad Usasra diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terwujudnya Desa
Tridaya Sakti yang maju, mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. Dengan
meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat, diharapkan akan lahir
generasi-generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
"Mimpi
saya sederhana, yaitu melihat masyarakat Desa Tridaya Sakti memiliki kesempatan
yang sama untuk memperoleh pendidikan terbaik, pekerjaan yang layak, dan
kehidupan yang sejahtera. Pendidikan adalah jalan menuju kemajuan desa dan
kemakmuran masyarakat," tutup Afad Usasra.
"Membangun
Pendidikan Unggul, Mewujudkan Masyarakat Tridaya Sakti yang Maju, Mandiri, dan
Sejahtera."
Afad Usasra Direktur Pehuma Institut Selaku Mentor Apresiasi SMK IT Attaqwa 07 Tambun Selatan Masuk 10 Besar Lomba Inovasi Kabupaten Bekasi Semoga Juara 1
![]() |
| Afad Usasra, S.H, M.H Direktur Pehuma Institut |
Sebagai mentor dalam pengembangan
inovasi tersebut, Afad Usasra menilai keberhasilan ini merupakan bukti bahwa
generasi muda mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat melalui
pemanfaatan teknologi informasi.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat
bangga atas pencapaian siswa-siswi SMK IT Attaqwa 07 Tambun Selatan yang
berhasil masuk dalam 10 besar ajang Inovasi Kabupaten Bekasi. Ini merupakan
hasil kerja keras, kreativitas, dan semangat pantang menyerah dari para peserta
didik yang telah menunjukkan bahwa pelajar SMK mampu menciptakan inovasi yang
memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Afad Usasra.
Menurutnya, inovasi BEKASIKAB1
tidak hanya berorientasi pada perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki
nilai sosial yang tinggi. Sistem ini menghadirkan layanan pembuatan KTP secara
online dari rumah, layanan pelaporan keadaan darurat seperti kecelakaan dan
bencana, serta program berbagi makanan gratis dari warga untuk warga yang
membutuhkan.
Afad Usasra berharap inovasi
tersebut tidak berhenti pada tahap kompetisi semata, tetapi dapat diwujudkan
dan diterapkan secara nyata untuk mendukung transformasi digital pelayanan
publik di Indonesia.
“Saya berharap BEKASIKAB1 dapat
meraih Juara 1 dalam ajang ini. Namun yang lebih penting, inovasi ini dapat
diimplementasikan secara luas dan menjadi bagian dari sistem pelayanan publik
yang terintegrasi. Jika dikembangkan dengan baik, saya optimistis program ini
dapat diterapkan tidak hanya di Kabupaten Bekasi, tetapi juga di berbagai
daerah bahkan secara nasional,” tambahnya.
Lebih lanjut, Afad Usasra mengajak
seluruh generasi muda untuk terus berinovasi dan mengambil peran dalam
pembangunan bangsa melalui karya-karya yang bermanfaat.
“Jangan pernah takut untuk bermimpi
dan berinovasi. Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu menghadirkan
solusi bagi berbagai permasalahan masyarakat. Terus belajar, berkarya, dan
memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa dan negara,” tutupnya.
Keberhasilan masuk 10 besar ini
menjadi motivasi bagi keluarga besar SMK IT Attaqwa 07 Tambun Selatan untuk
terus mengembangkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta
mendukung terwujudnya pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan
berbasis teknologi digital.
Wakil Menteri Desa Dan Pdt Apresiasi Inovasi Digital SMK IT Attaqwa 07 Tambun Selatan Harapkan Juara Dalam Ajang Inovasi Kabupaten Bekasi
KABARMASA.COM, BEKASI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMK IT
Attaqwa 07 Tambun Selatan dalam ajang Lomba Inovasi Tingkat Kabupaten Bekasi.
Melalui inovasi digital berbasis pelayanan masyarakat yang diberi nama BEKASIKAB1,
para siswa berhasil menghadirkan solusi digital yang mendukung percepatan pelayanan
publik di tingkat desa , kelurahan dan nasional.
Inovasi yang dikembangkan berupa digitalisasi
layanan desa yang memungkinkan masyarakat mengajukan pembuatan Kartu Tanda
Penduduk (KTP) secara online dari rumah tanpa harus mengantre di kantor
pelayanan. Selain itu, sistem ini juga menyediakan fitur Layanan Darurat
yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kecelakaan, bencana, kondisi
kesehatan darurat, maupun kejadian mendesak lainnya agar dapat segera
ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Tidak hanya berfokus pada pelayanan
administrasi dan kedaruratan, inovasi ini juga menghadirkan program sosial “Berbagi
Makanan Gratis dari Warga untuk Warga”. Melalui fitur tersebut, masyarakat
dapat mendonasikan makanan layak konsumsi yang kemudian disalurkan kepada warga
yang membutuhkan melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan relawan
setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Ir. H.
Ahmad Riza Patria, M.A.B. memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang
dikembangkan oleh para siswa SMK IT Attaqwa 07 Tambun Selatan Juga Harapkan
Juara. Menurutnya, inovasi berbasis teknologi seperti ini merupakan langkah
nyata dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik di Indonesia.
“Program ini sangat baik karena
mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi. Kami
berharap inovasi ini dapat direalisasikan dan dikembangkan lebih luas sehingga
manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Beliau juga memberikan motivasi
kepada generasi muda Indonesia agar terus berkarya dan tidak mudah menyerah
dalam menghadapi tantangan.
“Anak-anak muda harus terus semangat
belajar, berkarya, dan berinovasi. Jangan pernah menyerah. Teruslah menciptakan
solusi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Masa depan Indonesia berada di
tangan generasi muda yang kreatif dan inovatif,” pesannya.
Kepala SMK IT Attaqwa 07 Tambun
Selatan Ridwan Abdul Fatah S.Pd.I menyampaikan bahwa keikutsertaan sekolah dalam ajang inovasi
ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi peserta didik dalam
bidang teknologi informasi sekaligus menanamkan kepedulian sosial terhadap
masyarakat.
Melalui inovasi BEKASIKAB1,
SMK IT Attaqwa 07 Tambun Selatan berharap dapat menjadi pelopor lahirnya
berbagai solusi digital yang mampu mendukung pelayanan publik yang cepat,
mudah, transparan, dan tepat sasaran. Inovasi ini juga menjadi bukti bahwa
siswa SMK mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan desa dan peningkatan
kualitas pelayanan masyarakat di era digital.
“Satu Website untuk Beragam Layanan
Publik – Cepat, Tanggap, dan Peduli.”
Zidan Haris, Elyada, dan Nadia Raih Juara I Pada Ajang Debat Dekan Law Cup Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana
Meminta Kapolda Segera Mutasi Kasat Intel Polres Kepulauan Aru Beserta Kroni-Kroninya
Pehuma Institut Apresiasi SMK IT ATTAQWA 07 Atas Capaian 10 Besar Lomba Inovasi Tingkat Kabupaten Bekasi
KABARMASA.COM, KABUPATEN BEKASI – Pehuma Institut menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada SMK IT ATTAQWA 07 Tambun Selatan atas keberhasilannya masuk dalam jajaran 10 Besar Lomba Inovasi Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026 melalui inovasi unggulan BEKASIKAB1.16 Juni 2026
Direktur Eksekutif Pehuma Institut, Afad Usasra, S.H., M.H., menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten Bekasi memiliki kemampuan, kreativitas, dan semangat inovasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat.
"Pehuma Institut merasa bangga dapat turut mendampingi dan membantu proses pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terhadap inovasi yang dikembangkan. Kami berharap inovasi ini dapat meraih hasil terbaik dalam kompetisi yang akan dilaksanakan pada 24 Juni 2026, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pemerintah, dan kemajuan bangsa," ujar Afad Usasra.
Inovasi BEKASIKAB1 merupakan sebuah platform yang mengintegrasikan berbagai layanan dan informasi dalam satu sistem digital yang dirancang untuk membantu serta mempermudah proses birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran inovasi ini menjadi contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan tata kelola yang lebih efektif, efisien, dan mudah diakses.
Adapun 10 besar inovasi yang telah diumumkan oleh panitia adalah sebagai berikut:
MEDI REMINDO – SMKN 1 Pebayuran
SMART AQUA LEAF – SMKN 1 Cikarang Selatan
Alat Ukur Tinggi Badan Berbasis IoT – SMKN 1 Pebayuran
BEKASIKAB1 – SMK IT ATTAQWA 07 Tambun Selatan
ZERTIFY – SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi
SATU DARAT – SMKN 2 Babelan
DETEKTOR SIGAB – SMKN 2 Setu
D' STELLAR – SMKN 1 Cikarang Selatan
SMART ECO WASTE STATION – SMK IT Fitrah Hanniah
ECOLINK WASTE MANAGEMENT – SMKS Insan Nasional
Pehuma Institut juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil masuk dalam 10 besar. Setiap inovasi yang lahir dari para pelajar merupakan bukti nyata bahwa dunia pendidikan vokasi mampu menjadi motor penggerak lahirnya solusi kreatif dan inovatif bagi pembangunan daerah maupun nasional.
![]() |
| Dibantu Tim Pehuma Institut Dalam Pembuatan HAKI |
"Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan yang terbaik pada tahap presentasi dan penilaian akhir tanggal 24 Juni 2026. Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, tetapi bagaimana inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas," tambah Afad Usasra.
Pehuma Institut berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan inovasi, riset, perlindungan kekayaan intelektual, serta pemberdayaan generasi muda sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang lebih maju, kreatif, dan berdaya saing.
Tentang Pehuma Institut
Pehuma Institut merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, inovasi, riset, edukasi, serta pendampingan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) guna mendukung lahirnya karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Hormat Kami,
Pehuma Institut
Afad Usasra, S.H., M.H.
Direktur Eksekutif Pehuma Institut
Lumbung Aktivis Tanpa Bobot: Krisis Kepemimpinan Gerakan Mahasiswa di Kota Malang
KABARMASA.COM, MALANG - Di tengah gejolak politik nasional hari ini yang kian memburuk, Kota Malang yang dikenal sebagai basis penggerak aktivis mahasiswa justru dihadapkan pada persoalan fundamental lahirnya pemimpin aktivis yang minim identitas, integritas, dan kapasitas intelektual membuat roda pergerakan aktivis mahasiswa ikut mangkrak.
Kota Malang dikenal sebagai salah satu lumbung aktivisme mahasiswa di Indonesia. Dengan ratusan ribu mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi PTN dan PTS, kota ini semestinya menjadi episentrum gerakan kritis yang mampu merespons kondisi bangsa secara cerdas dan bermartabat. Namun di balik reputasi itu, sebuah pertanyaan mendasar mulai mengemuka di hadapan publik akademik yakni: sudahkah pemimpin gerakan mahasiswa di kota Malang hari ini layak menyandang predikat itu?
"Aktivis yang hendak mengkritik pemerintah harusnya terlebih dahulu jujur sejak dalam pikiran sebelum bertindak. Tanpa kejujuran itu, marwah seorang aktivis hanya akan menjadi omong kosong di atas jalanan."
Pertanyaan ini bukan sekadar retorika. Di masa-masa genting seperti sekarang, ketika negara membutuhkan penyeimbang kekuasaan yang kritis dan bermoral, banyak pemimpin aksi mahasiswa yang tampil justru tanpa identitas kemahasiswaan yang jelas. Mereka bersuara keras, namun tidak dibekali kapasitas intelektual yang cukup untuk menopang argumentasi gerakan.
Identitas kemahasiswaan bukan sekadar kartu tanda mahasiswa. Ia adalah simbol dari sikap akademik, komitmen moral, dan rekam jejak yang mencerminkan bahwa seorang pemimpin gerakan memang lahir dari rahim intelektualisme kampus bukan sekedar massa yang mudah dipanaskan oleh isu sesaat.
Menjadi pertanyaan serius bagi kita semua: apakah organ-organ mahasiswa di Kota Malang hari ini mulai dari BEM, Senat Mahasiswa, hingga organisasi ekstra seperti PMII, HMI, IMM, dan lainnya telah memenuhi standar mutu seorang aktivis yang akademik? Apakah pemimpin yang mereka usung benar-benar hadir sebagai produk kaderisasi yang matang, ataukah hanya sebagai figur yang mengedepankan popularitas sesaat?
"Kota Malang adalah lumbung aktivis mahasiswa. Namun sayang, banyak pemimpin aktivis mahasiswa yang tampil di panggung gerakan tidak memiliki identitas dan bobot yang cukup untuk memimpin di masa genting negara seperti hari ini."
Kritik terhadap pemerintah adalah hak konstitusional setiap warga negara, termasuk mahasiswa. Namun kritik yang bermartabat hanya bisa lahir dari jiwa yang bersih dan pikiran yang jernih. Seorang aktivis yang berbicara atas nama rakyat, sementara dirinya sendiri belum berdamai dengan kejujuran, hanya akan menciderai gerakan yang di pimpin.
Ini bukan seruan untuk diam. Ini adalah seruan untuk lebih serius dalam mempersiapkan diri. Kota Malang layak mendapatkan pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya lantang di jalanan, tetapi juga tajam di ruang diskusi, teguh dalam etika, dan dipercaya oleh publik sebagai seorang figur yang patut menjadi tauladan.
Di tengah situasi negara yang kian genting, muncul sebuah autokritik tajam mengenai arah dan kualitas kepemimpinan gerakan mahasiswa di "Kota Pendidikan" ini. Pertanyaan mendasar mencuat: masihkah para pemimpin aktivis mahasiswa hari ini memiliki bobot, identitas, dan integritas yang layak untuk memimpin barisan perlawanan?
Dalam sebuah iklim demokrasi, peran aktivis mahasiswa sebagai kelompok penekan (pressure group) untuk mengkritik kebijakan pemerintah adalah sebuah kewajiban. Kendati demikian, kritik tersebut menuntut satu prasyarat mutlak: kejujuran sejak dalam pikiran sebelum diwujudkan dalam tindakan. Tanpa kejujuran dan kemurnian niat, marwah aktivis akan dengan mudah terciderai oleh kepentingan pragmatis dan sifat yang serba reaksioner.
Tiga Pilar Pemimpin Ideal yang Kian Pudar
Untuk memimpin sebuah gerakan yang bermarwah, seorang pemimpin aktivis mahasiswa di tuntut untuk memenuhi tiga syarat ideal:
Intelektualitas: Kemampuan berpikir kritis, analitis, dan berbasis data, bukan sekadar agitasi kosong.
Moralitas: Etika, integritas, dan kejujuran dalam bersikap.
Elektabilitas: Penerimaan dan legitimasi dari akar rumput mahasiswa yang dipimpinnya.
Faktanya, publik dan civitas academika kini mulai mempertanyakan: Sudahkah organisasi mahasiswa khususnya di kota Malang hari ini, baik di level ekstra-kampus (PMII, HMI, GMNI, IMM, dll) maupun intra-kampus (BEM/DEMA), memenuhi ketiga syarat ini dalam memilih pucuk pimpinan mereka?
Krisis Identitas: Lupa Kuliah demi Popularitas dalam organisasi mahasiswa.
Sorotan paling tajam mengarah pada kompetensi dan identitas kemahasiswaan para pemimpin aktivis itu sendiri. Secara harfiah, seorang "aktivis mahasiswa" haruslah memiliki pijakan identitas yang jelas sebagai seorang akademisi yang aktif.
Ironisnya, realita di lapangan menunjukkan anomali yang memprihatinkan. Banyak pemimpin aktivis yang justru lupa pada tugas utamanya: menuntut ilmu. Banyak dari mereka yang kerap abai pada kewajiban akademis, jarang masuk kelas, dan menelantarkan kuliah.
Bahkan tak jarang, beredar preseden buruk di mana terdapat oknum yang secara de facto sudah tidak aktif kuliah atau status akademisnya patut dipertanyakan namun masih secara de jure memegang tongkat komando dalam pucuk pimpinan organisasi aktivis mahasiswa. Fenomena ini bahkan santer terdengar menimpa posisi-posisi strategis di beberapa kampus di kota malang, bahkan Koordinator BEM Malang Raya juga tidak luput dari perhatian publik akan identitas kemahasiswaan nya yang sempat menuai sorotan karena ketidak jelasan identitas sebagai seorang pemimpin organisasi aktivis mahasiswa di lingkup kota malang. Hal tersebut dapat di buktikan dalam laman resmi PDDIKTI yang berstatus mahasiswa Non-aktif 2025/2026- Ganjil
Mempertaruhkan Gerakan di Masa Genting
Kondisi ini jelas menjadi sebuah ironi. Bagaimana mungkin seorang pemimpin bisa menuntut pertanggungjawaban dari pemerintah, jika ia sendiri tidak mampu mempertanggungjawabkan status dan kewajiban akademisnya kepada kampus dan orang tuanya? Kegagalan dalam memanajemen diri sendiri adalah indikator awal rendahnya kompetensi dalam bersikap,hal yang terkadang secara tidak langsung dapat menciderai marwah aktivis mahasiswa.
Malang adalah lumbung aktivis, tetapi sungguh disayangkan jika hari ini masih banyak pemimpin gerakan yang kehilangan identitas kemahasiswaannya dan minim bobot intelektual. Di masa di mana negara sedang membutuhkan kontrol sosial yang kuat dan narasi perlawanan yang cerdas berbasis fakta sosial dan intelektualitas, gerakan mahasiswa harusnya tidak boleh dipimpin oleh sosok figur yang krisis identitas dan moralitas.
Kini, sudah saatnya organisasi intra maupun ekstra di kota malang melakukan reformasi total. Gerakan mahasiswa harus kembali ke khittah-nya: dipimpin oleh mereka yang tajam pikiran, luhur moralnya, dan jelas status akademisnya. Sebab, gerakan tanpa integritas hanyalah kerumunan tanpa arah.
Dari banyaknya tuntutan dalam isu nasional hari ini salah satu diantaranya adalah “Menuntut presiden mengakui kesalahan”. Namun hal tersebut terasa hambar ketika aktivis mahasiswa itu sendiri masih cendrung melakukan praktek yang salah dalam dunia aktivis.
Artikel: Krisis Kepemimpinan Aktivis Mahasiswa di Kota Malang
Opini Gerakan Mahasiswa
Penulis; aktivis garis lurus
Mantan Ketua Organisasi Mahasiswa dan Pelajar Duduk Bersama Bahas Kondisi Indonesia Terkini
KABARMASA.COM, KEPULAUAN RIAU - Kota Batam, 13 Juni 2026 — Sejumlah mantan pimpinan organisasi mahasiswa dan pelajar di Provinsi Kepulauan Riau menggelar diskusi dan silaturahmi untuk bertukar gagasan mengenai kondisi Indonesia terkini serta tantangan kebangsaan ke depan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Andre mantan Ketua Umum HMI Riau–Kepri, Husnul mantan Ketua Umum GMNI Kepri, Angga Ketua PC GMNI Batam, Tongku April mantan Sekretaris PKC PMII Riau–Kepri, Salafudin Zaenul Ardy, serta Muh. Dwi mantan Ketua Umum IPM Kepri.
Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebangsaan, para peserta membahas berbagai isu nasional mulai dari dinamika ekonomi, penguatan demokrasi, pembangunan sumber daya manusia, tantangan ketahanan pangan, hingga pentingnya menjaga persatuan di tengah perubahan global dan perkembangan teknologi.
Diskusi tersebut menegaskan bahwa perbedaan latar belakang organisasi bukan menjadi penghalang untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dalam memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Pada kesempatan itu, Salafudin Zaenul Ardy atau di sapa akrab Ardy menyampaikan bahwa ruang dialog lintas organisasi dan lintas generasi penting untuk terus dijaga agar gagasan yang lahir tidak berhenti pada perdebatan, tetapi mampu menjadi kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak ruang kebersamaan dan pertukaran gagasan. Kita boleh berbeda latar organisasi, tetapi tujuan besarnya tetap sama, yaitu menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, serta mendorong generasi muda agar tetap kritis, produktif, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Mantan aktivis mahasiswa dan pelajar juga memiliki tanggung jawab moral untuk tetap hadir memberikan pemikiran yang konstruktif,” ujar Salafudin Zaenul Ardy.
Andri Fitri Yanto menekankan pentingnya posisi pemuda sebagai penggerak pembangunan daerah.
“Kekuatan pemuda Batam dan Kepulauan Riau sangat menunjang kemajuan daerah, khususnya Batam dan Kepri. Pemuda menjadi inti dari setiap pergerakan dan perubahan. Karena itu, ruang partisipasi, kolaborasi, dan penguatan kapasitas anak muda harus terus dibuka agar lahir gagasan serta inovasi yang mampu menjawab tantangan daerah maupun nasional,” ungkap Andri Fitri Yanto.
Angga menyoroti pentingnya menjaga semangat kritis dan kepedulian sosial dalam gerakan pemuda dan mahasiswa.
“Jika melihat sejarah, pemuda selalu menjadi titik awal lahirnya perubahan sosial, baik melalui gerakan kolektif maupun inisiatif mandiri. Saat ini, dalam konteks Indonesia khususnya Kepulauan Riau dan Kota Batam, perhatian terhadap persoalan ketidakadilan dan ketimpangan sosial perlu terus menjadi bagian dari agenda publik yang diperjuangkan secara demokratis dan konstitusional. Pemuda dan mahasiswa memiliki peran penting untuk tetap aktif menyampaikan gagasan, melakukan pengawasan sosial, dan menjaga keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Karena itu, persatuan, ruang dialog, dan soliditas antarelemen pemuda perlu terus dijaga agar aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara kuat dan bertanggung jawab,” ujar Angga.
Husnul Husin Mahubessy memberikan perhatian pada kondisi ekonomi yang dinilai masih menghadapi tantangan ketidakpastian dan membutuhkan pengawalan bersama dari masyarakat, khususnya generasi muda.
“Situasi ekonomi hari ini menghadirkan tantangan yang tidak sederhana karena masyarakat menghadapi dinamika yang berubah cepat dan membutuhkan kepastian arah kebijakan. Dalam kondisi seperti ini, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Pemuda perlu hadir sebagai kekuatan intelektual dan sosial yang ikut mengawal kebijakan-kebijakan strategis pemerintah agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan umat,” ujar Husnul.
Sementara itu, Tongku April menekankan pentingnya menjaga tradisi dialog dan peran organisasi sebagai ruang pembentukan kepemimpinan.
“Organisasi mahasiswa dan kepemudaan sejak dahulu bukan hanya tempat berhimpun, tetapi juga ruang belajar membangun gagasan, etika berdiskusi, dan kepemimpinan. Di tengah tantangan bangsa saat ini, pemuda perlu memperkuat budaya literasi, memperluas ruang musyawarah, serta menghadirkan kritik yang konstruktif agar setiap proses pembangunan tetap berjalan dengan melibatkan aspirasi masyarakat,” ujar Tongku April.
Menurutnya, kontribusi generasi muda akan lebih kuat apabila dibangun melalui kolaborasi lintas organisasi dan orientasi pada kepentingan publik.
Adapun Muh. Dwi Ahmadsyah menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan kaderisasi dan pendidikan karakter generasi muda.
“Pemuda dan pelajar merupakan fondasi masa depan bangsa. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia harus menjadi perhatian bersama. Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk mengabdi kepada masyarakat. Ruang pendidikan dan organisasi harus terus menjadi tempat tumbuhnya nilai tersebut,” ujar Muh. Dwi.
Menurutnya, investasi terbesar bangsa bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga membangun kualitas manusia yang mampu menjawab tantangan zaman.
Para peserta sepakat bahwa perbedaan organisasi dan pendekatan gerakan tidak boleh menghilangkan tujuan bersama, yakni menjaga demokrasi, memperkuat partisipasi masyarakat, dan mendorong kebijakan publik yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi, memperkuat jejaring lintas organisasi, serta membuka ruang diskusi yang lebih luas demi Indonesia yang maju, berkeadilan, dan tetap menjunjung nilai persatuan. (Tim/Red)
PERMAHI Jakarta Timur dan BEM FH UNKRIS Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Kebakaran di Jiung Kemayoran
PERMAHI Jakarta Timur Dorong Perubahan RUU Partai Politik Untuk Memperkuat Kualitas Demokrasi Menjelang Tahun Politik
Aktivis PMII Apresiasi Langkah Presiden Evaluasi Total BGN, Desak Usut Tuntas Menyeluruh Pelanggaran Hukum di BGN
Jakarta, 3 Juni 2026 – Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) asal Kepulauan Riau, Dedy Wahyudi Hasibuan, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) melalui pergantian pimpinan lembaga tersebut.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Posisi tersebut kini diisi oleh Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Menurut Dedy, pergantian pimpinan BGN merupakan respons atas aspirasi publik yang selama ini mendorong pemerintah memperbaiki tata kelola kelembagaan, transparansi anggaran, dan akuntabilitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"MBG merupakan program strategis Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, pengelolaannya harus transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan," ujar Dedy, Rabu (3/6/2026).
Dedy menilai keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari luasnya cakupan penerima manfaat, tetapi juga dari integritas pengelolaan anggaran. Ia mengingatkan bahwa setiap potensi kebocoran anggaran dapat mengganggu efektivitas program dan menurunkan kepercayaan publik.
Ia juga menyoroti dugaan praktik jual beli pengelolaan dapur MBG yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, apabila benar terjadi, praktik tersebut berpotensi membuka ruang korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dapat menurunkan kualitas layanan kepada masyarakat.
"Program MBG tidak boleh berubah menjadi proyek yang hanya menguntungkan kelompok tertentu. Jika terdapat penyalahgunaan kewenangan, maka tujuan utama peningkatan gizi masyarakat akan terabaikan," tegasnya.
Pada perkembangan terbaru, Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN dan melakukan penahanan terhadap mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Dedy menilai rangkaian peristiwa tersebut menjadi indikasi adanya persoalan serius yang harus diusut secara transparan dan tuntas. Namun, ia menegaskan pentingnya tetap menghormati asas praduga tak bersalah serta menyerahkan proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.
"Penggeledahan dan penahanan mantan pimpinan BGN menjadi sinyal adanya dugaan persoalan hukum yang serius. Harus diusut secara menyeluruh hingga ke akar-akarnya. Jika terbukti terdapat penyimpangan anggaran atau penyalahgunaan kewenangan, maka penegakan hukum harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu," katanya.
Dedy juga mendorong pimpinan baru BGN untuk segera melakukan reformasi kelembagaan, memperkuat pengawasan internal, dan memastikan MBG berjalan tepat sasaran, khususnya bagi anak-anak kurang mampu, ibu hamil, serta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Program MBG harus menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan dan investasi masa depan bangsa, bukan sekadar proyek administratif," ujarnya.
Menutup keterangannya, Dedy mengingatkan seluruh pejabat publik agar menjaga integritas dalam mengelola keuangan negara.
"Di tengah komitmen Presiden Prabowo memberantas korupsi, setiap pejabat harus menjadikan jabatan sebagai amanah, bukan sarana penyalahgunaan kewenangan yang merugikan rakyat dan negara," pungkasnya. (Tim/Red)
Bawa Energi Baru untuk Partai, Ahmad Husein Balyanan Daftar Calon Ketua DPC Hanura Maluku Tenggara
LBH KNPI DKI Jakarta Jalin Silaturahmi Dan Diskusi Strategis Bersama Waketum DPN PERADI Profesional Dr. Megawati Prabowo
Semangat Berbagi di Hari Raya Kurban, Poros Muda Indonesia Hadir untuk Masyarakat
Kegiatan kurban tahunan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan relawan Poros Muda Indonesia yang turut membantu proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat sekitar secara tertib dan penuh kebersamaan.
Ketua Umum Poros Muda Indonesia, Frans Freddy, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan kurban ini bukan hanya menjadi agenda rutin tahunan organisasi, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Insya Allah kegiatan seperti ini akan terus kami gelar setiap tahunnya. Selain untuk berbagi kepada masyarakat sekitar, kegiatan kurban ini juga menjadi ladang amal dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Frans Freddy.
Ia juga menegaskan bahwa di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih belum stabil akibat berbagai faktor global, termasuk dampak perang dan tekanan ekonomi dunia, diperlukan kepedulian bersama untuk saling membantu dan berbagi kepada sesama.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki diharapkan dapat turut hadir membantu masyarakat sekitar, terutama dalam momentum Hari Raya Idul Adha yang penuh nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki kemampuan dan kelebihan rezeki untuk ikut berbagi kepada masyarakat sekitar. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Poros Muda Indonesia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolri beserta jajaran, serta seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan kurban tahun 2026 ini.
Melalui momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H, Poros Muda Indonesia berharap nilai kebersamaan, gotong royong, serta semangat berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat demi terciptanya keberkahan dan persatuan bersama.
“Poros Muda Indonesia — Indahnya Berbagi.”




.jpeg)























