Meminta Kapolda Segera Mutasi Kasat Intel Polres Kepulauan Aru Beserta Kroni-Kroninya
Pehuma Institut Apresiasi SMK IT ATTAQWA 07 Atas Capaian 10 Besar Lomba Inovasi Tingkat Kabupaten Bekasi
KABARMASA.COM, KABUPATEN BEKASI – Pehuma Institut menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada SMK IT ATTAQWA 07 Tambun Selatan atas keberhasilannya masuk dalam jajaran 10 Besar Lomba Inovasi Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026 melalui inovasi unggulan BEKASIKAB1.16 Juni 2026
Direktur Eksekutif Pehuma Institut, Afad Usasra, S.H., M.H., menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten Bekasi memiliki kemampuan, kreativitas, dan semangat inovasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat.
"Pehuma Institut merasa bangga dapat turut mendampingi dan membantu proses pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terhadap inovasi yang dikembangkan. Kami berharap inovasi ini dapat meraih hasil terbaik dalam kompetisi yang akan dilaksanakan pada 24 Juni 2026, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pemerintah, dan kemajuan bangsa," ujar Afad Usasra.
Inovasi BEKASIKAB1 merupakan sebuah platform yang mengintegrasikan berbagai layanan dan informasi dalam satu sistem digital yang dirancang untuk membantu serta mempermudah proses birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran inovasi ini menjadi contoh bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan tata kelola yang lebih efektif, efisien, dan mudah diakses.
Adapun 10 besar inovasi yang telah diumumkan oleh panitia adalah sebagai berikut:
MEDI REMINDO – SMKN 1 Pebayuran
SMART AQUA LEAF – SMKN 1 Cikarang Selatan
Alat Ukur Tinggi Badan Berbasis IoT – SMKN 1 Pebayuran
BEKASIKAB1 – SMK IT ATTAQWA 07 Tambun Selatan
ZERTIFY – SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi
SATU DARAT – SMKN 2 Babelan
DETEKTOR SIGAB – SMKN 2 Setu
D' STELLAR – SMKN 1 Cikarang Selatan
SMART ECO WASTE STATION – SMK IT Fitrah Hanniah
ECOLINK WASTE MANAGEMENT – SMKS Insan Nasional
Pehuma Institut juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil masuk dalam 10 besar. Setiap inovasi yang lahir dari para pelajar merupakan bukti nyata bahwa dunia pendidikan vokasi mampu menjadi motor penggerak lahirnya solusi kreatif dan inovatif bagi pembangunan daerah maupun nasional.
![]() |
| Dibantu Tim Pehuma Institut Dalam Pembuatan HAKI |
"Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan yang terbaik pada tahap presentasi dan penilaian akhir tanggal 24 Juni 2026. Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, tetapi bagaimana inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas," tambah Afad Usasra.
Pehuma Institut berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan inovasi, riset, perlindungan kekayaan intelektual, serta pemberdayaan generasi muda sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang lebih maju, kreatif, dan berdaya saing.
Tentang Pehuma Institut
Pehuma Institut merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, inovasi, riset, edukasi, serta pendampingan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) guna mendukung lahirnya karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Hormat Kami,
Pehuma Institut
Afad Usasra, S.H., M.H.
Direktur Eksekutif Pehuma Institut
Lumbung Aktivis Tanpa Bobot: Krisis Kepemimpinan Gerakan Mahasiswa di Kota Malang
KABARMASA.COM, MALANG - Di tengah gejolak politik nasional hari ini yang kian memburuk, Kota Malang yang dikenal sebagai basis penggerak aktivis mahasiswa justru dihadapkan pada persoalan fundamental lahirnya pemimpin aktivis yang minim identitas, integritas, dan kapasitas intelektual membuat roda pergerakan aktivis mahasiswa ikut mangkrak.
Kota Malang dikenal sebagai salah satu lumbung aktivisme mahasiswa di Indonesia. Dengan ratusan ribu mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi PTN dan PTS, kota ini semestinya menjadi episentrum gerakan kritis yang mampu merespons kondisi bangsa secara cerdas dan bermartabat. Namun di balik reputasi itu, sebuah pertanyaan mendasar mulai mengemuka di hadapan publik akademik yakni: sudahkah pemimpin gerakan mahasiswa di kota Malang hari ini layak menyandang predikat itu?
"Aktivis yang hendak mengkritik pemerintah harusnya terlebih dahulu jujur sejak dalam pikiran sebelum bertindak. Tanpa kejujuran itu, marwah seorang aktivis hanya akan menjadi omong kosong di atas jalanan."
Pertanyaan ini bukan sekadar retorika. Di masa-masa genting seperti sekarang, ketika negara membutuhkan penyeimbang kekuasaan yang kritis dan bermoral, banyak pemimpin aksi mahasiswa yang tampil justru tanpa identitas kemahasiswaan yang jelas. Mereka bersuara keras, namun tidak dibekali kapasitas intelektual yang cukup untuk menopang argumentasi gerakan.
Identitas kemahasiswaan bukan sekadar kartu tanda mahasiswa. Ia adalah simbol dari sikap akademik, komitmen moral, dan rekam jejak yang mencerminkan bahwa seorang pemimpin gerakan memang lahir dari rahim intelektualisme kampus bukan sekedar massa yang mudah dipanaskan oleh isu sesaat.
Menjadi pertanyaan serius bagi kita semua: apakah organ-organ mahasiswa di Kota Malang hari ini mulai dari BEM, Senat Mahasiswa, hingga organisasi ekstra seperti PMII, HMI, IMM, dan lainnya telah memenuhi standar mutu seorang aktivis yang akademik? Apakah pemimpin yang mereka usung benar-benar hadir sebagai produk kaderisasi yang matang, ataukah hanya sebagai figur yang mengedepankan popularitas sesaat?
"Kota Malang adalah lumbung aktivis mahasiswa. Namun sayang, banyak pemimpin aktivis mahasiswa yang tampil di panggung gerakan tidak memiliki identitas dan bobot yang cukup untuk memimpin di masa genting negara seperti hari ini."
Kritik terhadap pemerintah adalah hak konstitusional setiap warga negara, termasuk mahasiswa. Namun kritik yang bermartabat hanya bisa lahir dari jiwa yang bersih dan pikiran yang jernih. Seorang aktivis yang berbicara atas nama rakyat, sementara dirinya sendiri belum berdamai dengan kejujuran, hanya akan menciderai gerakan yang di pimpin.
Ini bukan seruan untuk diam. Ini adalah seruan untuk lebih serius dalam mempersiapkan diri. Kota Malang layak mendapatkan pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya lantang di jalanan, tetapi juga tajam di ruang diskusi, teguh dalam etika, dan dipercaya oleh publik sebagai seorang figur yang patut menjadi tauladan.
Di tengah situasi negara yang kian genting, muncul sebuah autokritik tajam mengenai arah dan kualitas kepemimpinan gerakan mahasiswa di "Kota Pendidikan" ini. Pertanyaan mendasar mencuat: masihkah para pemimpin aktivis mahasiswa hari ini memiliki bobot, identitas, dan integritas yang layak untuk memimpin barisan perlawanan?
Dalam sebuah iklim demokrasi, peran aktivis mahasiswa sebagai kelompok penekan (pressure group) untuk mengkritik kebijakan pemerintah adalah sebuah kewajiban. Kendati demikian, kritik tersebut menuntut satu prasyarat mutlak: kejujuran sejak dalam pikiran sebelum diwujudkan dalam tindakan. Tanpa kejujuran dan kemurnian niat, marwah aktivis akan dengan mudah terciderai oleh kepentingan pragmatis dan sifat yang serba reaksioner.
Tiga Pilar Pemimpin Ideal yang Kian Pudar
Untuk memimpin sebuah gerakan yang bermarwah, seorang pemimpin aktivis mahasiswa di tuntut untuk memenuhi tiga syarat ideal:
Intelektualitas: Kemampuan berpikir kritis, analitis, dan berbasis data, bukan sekadar agitasi kosong.
Moralitas: Etika, integritas, dan kejujuran dalam bersikap.
Elektabilitas: Penerimaan dan legitimasi dari akar rumput mahasiswa yang dipimpinnya.
Faktanya, publik dan civitas academika kini mulai mempertanyakan: Sudahkah organisasi mahasiswa khususnya di kota Malang hari ini, baik di level ekstra-kampus (PMII, HMI, GMNI, IMM, dll) maupun intra-kampus (BEM/DEMA), memenuhi ketiga syarat ini dalam memilih pucuk pimpinan mereka?
Krisis Identitas: Lupa Kuliah demi Popularitas dalam organisasi mahasiswa.
Sorotan paling tajam mengarah pada kompetensi dan identitas kemahasiswaan para pemimpin aktivis itu sendiri. Secara harfiah, seorang "aktivis mahasiswa" haruslah memiliki pijakan identitas yang jelas sebagai seorang akademisi yang aktif.
Ironisnya, realita di lapangan menunjukkan anomali yang memprihatinkan. Banyak pemimpin aktivis yang justru lupa pada tugas utamanya: menuntut ilmu. Banyak dari mereka yang kerap abai pada kewajiban akademis, jarang masuk kelas, dan menelantarkan kuliah.
Bahkan tak jarang, beredar preseden buruk di mana terdapat oknum yang secara de facto sudah tidak aktif kuliah atau status akademisnya patut dipertanyakan namun masih secara de jure memegang tongkat komando dalam pucuk pimpinan organisasi aktivis mahasiswa. Fenomena ini bahkan santer terdengar menimpa posisi-posisi strategis di beberapa kampus di kota malang, bahkan Koordinator BEM Malang Raya juga tidak luput dari perhatian publik akan identitas kemahasiswaan nya yang sempat menuai sorotan karena ketidak jelasan identitas sebagai seorang pemimpin organisasi aktivis mahasiswa di lingkup kota malang. Hal tersebut dapat di buktikan dalam laman resmi PDDIKTI yang berstatus mahasiswa Non-aktif 2025/2026- Ganjil
Mempertaruhkan Gerakan di Masa Genting
Kondisi ini jelas menjadi sebuah ironi. Bagaimana mungkin seorang pemimpin bisa menuntut pertanggungjawaban dari pemerintah, jika ia sendiri tidak mampu mempertanggungjawabkan status dan kewajiban akademisnya kepada kampus dan orang tuanya? Kegagalan dalam memanajemen diri sendiri adalah indikator awal rendahnya kompetensi dalam bersikap,hal yang terkadang secara tidak langsung dapat menciderai marwah aktivis mahasiswa.
Malang adalah lumbung aktivis, tetapi sungguh disayangkan jika hari ini masih banyak pemimpin gerakan yang kehilangan identitas kemahasiswaannya dan minim bobot intelektual. Di masa di mana negara sedang membutuhkan kontrol sosial yang kuat dan narasi perlawanan yang cerdas berbasis fakta sosial dan intelektualitas, gerakan mahasiswa harusnya tidak boleh dipimpin oleh sosok figur yang krisis identitas dan moralitas.
Kini, sudah saatnya organisasi intra maupun ekstra di kota malang melakukan reformasi total. Gerakan mahasiswa harus kembali ke khittah-nya: dipimpin oleh mereka yang tajam pikiran, luhur moralnya, dan jelas status akademisnya. Sebab, gerakan tanpa integritas hanyalah kerumunan tanpa arah.
Dari banyaknya tuntutan dalam isu nasional hari ini salah satu diantaranya adalah “Menuntut presiden mengakui kesalahan”. Namun hal tersebut terasa hambar ketika aktivis mahasiswa itu sendiri masih cendrung melakukan praktek yang salah dalam dunia aktivis.
Artikel: Krisis Kepemimpinan Aktivis Mahasiswa di Kota Malang
Opini Gerakan Mahasiswa
Penulis; aktivis garis lurus
Mantan Ketua Organisasi Mahasiswa dan Pelajar Duduk Bersama Bahas Kondisi Indonesia Terkini
KABARMASA.COM, KEPULAUAN RIAU - Kota Batam, 13 Juni 2026 — Sejumlah mantan pimpinan organisasi mahasiswa dan pelajar di Provinsi Kepulauan Riau menggelar diskusi dan silaturahmi untuk bertukar gagasan mengenai kondisi Indonesia terkini serta tantangan kebangsaan ke depan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Andre mantan Ketua Umum HMI Riau–Kepri, Husnul mantan Ketua Umum GMNI Kepri, Angga Ketua PC GMNI Batam, Tongku April mantan Sekretaris PKC PMII Riau–Kepri, Salafudin Zaenul Ardy, serta Muh. Dwi mantan Ketua Umum IPM Kepri.
Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebangsaan, para peserta membahas berbagai isu nasional mulai dari dinamika ekonomi, penguatan demokrasi, pembangunan sumber daya manusia, tantangan ketahanan pangan, hingga pentingnya menjaga persatuan di tengah perubahan global dan perkembangan teknologi.
Diskusi tersebut menegaskan bahwa perbedaan latar belakang organisasi bukan menjadi penghalang untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dalam memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Pada kesempatan itu, Salafudin Zaenul Ardy atau di sapa akrab Ardy menyampaikan bahwa ruang dialog lintas organisasi dan lintas generasi penting untuk terus dijaga agar gagasan yang lahir tidak berhenti pada perdebatan, tetapi mampu menjadi kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak ruang kebersamaan dan pertukaran gagasan. Kita boleh berbeda latar organisasi, tetapi tujuan besarnya tetap sama, yaitu menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, serta mendorong generasi muda agar tetap kritis, produktif, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Mantan aktivis mahasiswa dan pelajar juga memiliki tanggung jawab moral untuk tetap hadir memberikan pemikiran yang konstruktif,” ujar Salafudin Zaenul Ardy.
Andri Fitri Yanto menekankan pentingnya posisi pemuda sebagai penggerak pembangunan daerah.
“Kekuatan pemuda Batam dan Kepulauan Riau sangat menunjang kemajuan daerah, khususnya Batam dan Kepri. Pemuda menjadi inti dari setiap pergerakan dan perubahan. Karena itu, ruang partisipasi, kolaborasi, dan penguatan kapasitas anak muda harus terus dibuka agar lahir gagasan serta inovasi yang mampu menjawab tantangan daerah maupun nasional,” ungkap Andri Fitri Yanto.
Angga menyoroti pentingnya menjaga semangat kritis dan kepedulian sosial dalam gerakan pemuda dan mahasiswa.
“Jika melihat sejarah, pemuda selalu menjadi titik awal lahirnya perubahan sosial, baik melalui gerakan kolektif maupun inisiatif mandiri. Saat ini, dalam konteks Indonesia khususnya Kepulauan Riau dan Kota Batam, perhatian terhadap persoalan ketidakadilan dan ketimpangan sosial perlu terus menjadi bagian dari agenda publik yang diperjuangkan secara demokratis dan konstitusional. Pemuda dan mahasiswa memiliki peran penting untuk tetap aktif menyampaikan gagasan, melakukan pengawasan sosial, dan menjaga keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Karena itu, persatuan, ruang dialog, dan soliditas antarelemen pemuda perlu terus dijaga agar aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara kuat dan bertanggung jawab,” ujar Angga.
Husnul Husin Mahubessy memberikan perhatian pada kondisi ekonomi yang dinilai masih menghadapi tantangan ketidakpastian dan membutuhkan pengawalan bersama dari masyarakat, khususnya generasi muda.
“Situasi ekonomi hari ini menghadirkan tantangan yang tidak sederhana karena masyarakat menghadapi dinamika yang berubah cepat dan membutuhkan kepastian arah kebijakan. Dalam kondisi seperti ini, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Pemuda perlu hadir sebagai kekuatan intelektual dan sosial yang ikut mengawal kebijakan-kebijakan strategis pemerintah agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan umat,” ujar Husnul.
Sementara itu, Tongku April menekankan pentingnya menjaga tradisi dialog dan peran organisasi sebagai ruang pembentukan kepemimpinan.
“Organisasi mahasiswa dan kepemudaan sejak dahulu bukan hanya tempat berhimpun, tetapi juga ruang belajar membangun gagasan, etika berdiskusi, dan kepemimpinan. Di tengah tantangan bangsa saat ini, pemuda perlu memperkuat budaya literasi, memperluas ruang musyawarah, serta menghadirkan kritik yang konstruktif agar setiap proses pembangunan tetap berjalan dengan melibatkan aspirasi masyarakat,” ujar Tongku April.
Menurutnya, kontribusi generasi muda akan lebih kuat apabila dibangun melalui kolaborasi lintas organisasi dan orientasi pada kepentingan publik.
Adapun Muh. Dwi Ahmadsyah menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan kaderisasi dan pendidikan karakter generasi muda.
“Pemuda dan pelajar merupakan fondasi masa depan bangsa. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia harus menjadi perhatian bersama. Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk mengabdi kepada masyarakat. Ruang pendidikan dan organisasi harus terus menjadi tempat tumbuhnya nilai tersebut,” ujar Muh. Dwi.
Menurutnya, investasi terbesar bangsa bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga membangun kualitas manusia yang mampu menjawab tantangan zaman.
Para peserta sepakat bahwa perbedaan organisasi dan pendekatan gerakan tidak boleh menghilangkan tujuan bersama, yakni menjaga demokrasi, memperkuat partisipasi masyarakat, dan mendorong kebijakan publik yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi, memperkuat jejaring lintas organisasi, serta membuka ruang diskusi yang lebih luas demi Indonesia yang maju, berkeadilan, dan tetap menjunjung nilai persatuan. (Tim/Red)
PERMAHI Jakarta Timur dan BEM FH UNKRIS Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Kebakaran di Jiung Kemayoran
PERMAHI Jakarta Timur Dorong Perubahan RUU Partai Politik Untuk Memperkuat Kualitas Demokrasi Menjelang Tahun Politik
Aktivis PMII Apresiasi Langkah Presiden Evaluasi Total BGN, Desak Usut Tuntas Menyeluruh Pelanggaran Hukum di BGN
Jakarta, 3 Juni 2026 – Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) asal Kepulauan Riau, Dedy Wahyudi Hasibuan, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) melalui pergantian pimpinan lembaga tersebut.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Posisi tersebut kini diisi oleh Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Menurut Dedy, pergantian pimpinan BGN merupakan respons atas aspirasi publik yang selama ini mendorong pemerintah memperbaiki tata kelola kelembagaan, transparansi anggaran, dan akuntabilitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"MBG merupakan program strategis Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, pengelolaannya harus transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan," ujar Dedy, Rabu (3/6/2026).
Dedy menilai keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari luasnya cakupan penerima manfaat, tetapi juga dari integritas pengelolaan anggaran. Ia mengingatkan bahwa setiap potensi kebocoran anggaran dapat mengganggu efektivitas program dan menurunkan kepercayaan publik.
Ia juga menyoroti dugaan praktik jual beli pengelolaan dapur MBG yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, apabila benar terjadi, praktik tersebut berpotensi membuka ruang korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang dapat menurunkan kualitas layanan kepada masyarakat.
"Program MBG tidak boleh berubah menjadi proyek yang hanya menguntungkan kelompok tertentu. Jika terdapat penyalahgunaan kewenangan, maka tujuan utama peningkatan gizi masyarakat akan terabaikan," tegasnya.
Pada perkembangan terbaru, Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN dan melakukan penahanan terhadap mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Dedy menilai rangkaian peristiwa tersebut menjadi indikasi adanya persoalan serius yang harus diusut secara transparan dan tuntas. Namun, ia menegaskan pentingnya tetap menghormati asas praduga tak bersalah serta menyerahkan proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.
"Penggeledahan dan penahanan mantan pimpinan BGN menjadi sinyal adanya dugaan persoalan hukum yang serius. Harus diusut secara menyeluruh hingga ke akar-akarnya. Jika terbukti terdapat penyimpangan anggaran atau penyalahgunaan kewenangan, maka penegakan hukum harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu," katanya.
Dedy juga mendorong pimpinan baru BGN untuk segera melakukan reformasi kelembagaan, memperkuat pengawasan internal, dan memastikan MBG berjalan tepat sasaran, khususnya bagi anak-anak kurang mampu, ibu hamil, serta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Program MBG harus menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan dan investasi masa depan bangsa, bukan sekadar proyek administratif," ujarnya.
Menutup keterangannya, Dedy mengingatkan seluruh pejabat publik agar menjaga integritas dalam mengelola keuangan negara.
"Di tengah komitmen Presiden Prabowo memberantas korupsi, setiap pejabat harus menjadikan jabatan sebagai amanah, bukan sarana penyalahgunaan kewenangan yang merugikan rakyat dan negara," pungkasnya. (Tim/Red)
Bawa Energi Baru untuk Partai, Ahmad Husein Balyanan Daftar Calon Ketua DPC Hanura Maluku Tenggara
LBH KNPI DKI Jakarta Jalin Silaturahmi Dan Diskusi Strategis Bersama Waketum DPN PERADI Profesional Dr. Megawati Prabowo
Semangat Berbagi di Hari Raya Kurban, Poros Muda Indonesia Hadir untuk Masyarakat
Kegiatan kurban tahunan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan relawan Poros Muda Indonesia yang turut membantu proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat sekitar secara tertib dan penuh kebersamaan.
Ketua Umum Poros Muda Indonesia, Frans Freddy, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan kurban ini bukan hanya menjadi agenda rutin tahunan organisasi, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Insya Allah kegiatan seperti ini akan terus kami gelar setiap tahunnya. Selain untuk berbagi kepada masyarakat sekitar, kegiatan kurban ini juga menjadi ladang amal dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Frans Freddy.
Ia juga menegaskan bahwa di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih belum stabil akibat berbagai faktor global, termasuk dampak perang dan tekanan ekonomi dunia, diperlukan kepedulian bersama untuk saling membantu dan berbagi kepada sesama.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki diharapkan dapat turut hadir membantu masyarakat sekitar, terutama dalam momentum Hari Raya Idul Adha yang penuh nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki kemampuan dan kelebihan rezeki untuk ikut berbagi kepada masyarakat sekitar. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Poros Muda Indonesia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolri beserta jajaran, serta seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan kurban tahun 2026 ini.
Melalui momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H, Poros Muda Indonesia berharap nilai kebersamaan, gotong royong, serta semangat berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat demi terciptanya keberkahan dan persatuan bersama.
“Poros Muda Indonesia — Indahnya Berbagi.”
Diduga Praktik Prostitusi Di Kawasan Pinaesaan Perlu Perhatian Serius Pemerintah Dan Aparat
DPC PERMAHI JAKTIM Dan BEMNUS DKI Jakarta Mengecam Keras Proyek Strategi Nasional & Food Estate Di Tanah Papua
CIPAYUNG PLUS DUKUNG PENUH PROGRAM PILAH SAMPAH DAN DORONG SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS EKONOMI MASYARAKAT
KABARMASA.COM,JAKARTA - Menyikapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Bapak Pramono Anung, yang akan memulai program pemilihan sampah, Cipayung Plus DKI Jakarta menyatakan sikap dukungan penuh dan kesiapan menggerakkan kader diseluruh wilayah jakartaJakarta, 20 Mei 2026
Koordinator/Perwakilan Cipayung Plus DKI Jakarta Nadzir Ahyaulilmi, menilai bahwa kebijakan ini merupakan terobosan strategis untuk menguraikan persoalan klasik sampah yang selamaini membebani TPST Bantargebang.
Cipayung Plus DKI Jakarta yang terdiri dari Organisasi mahasiswa dan Kepemudaan Diantaranya yaitu PMII, HIMA PERSIS, HIKMABUDHI, KAMMI, KMHDI, SEMMI, GMKI, PMKRI DAN GMNI. Menyatakan siap menjadi kolaborator aktif pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga lingkungan dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelenjutan.
Berdasarkan data pengelolaan sampah di jakarta, di tahun 2025 Jakarta setiap harinya menghasilkan sekitar 7.812 Ton/Hari yang mana setiap Tahunnya angka ini slalu naik.dari Total sampah yang ada di jakarta Sekitar 79,5% (6.210 T0N /hari) di kirim ke Bntargebang, 3,8%(298 Ton/hari) Dikirim ke TPA Burangrang dan 2,3% (176 Ton/hari) Dikirim ke TPA cikokol
Jika kita melihat data pengelolaan sampah tahun 2025 di jakarta, lebih banyak sampah yang di angkut ke TPST/TPA sekitar 81,6% Sedangkan sampah yang di daur ulang hanya 12,3%, Sampah yang diolah organik hanya 3,7% dan pengelolaan lainya seperti Insinerator dan RSF hanya 2,3% Padahal 43,8 % dari total sampah yang ada di Jakarta adalah sampah organik dan 18,1% adalah sampah plastik.
Dari data yang ada cipayung plus DKI Jakarta menilai bahwa TPST/TPA Bantar Gebang sudah mengalami beban yang sangat berat dan berisik terhadap lingkungan apalagi sudah memakan korban jiwa dan menjadi duka bagi kita semua selaku warga jakarta dan kami mengkhawatirkan keselamatan masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu segera melakukan transformasi sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan dan memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat.
"kami mendukung Gubernur penuh program Bapak Gubernur DKI Jakarta terkait pilah pilih sampah. namun kami juga meminta pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk secara bertahap menghentikan ketergantungan pembuangan sampah ke Bantargebang dan menghadirkan solusi yang lebih berdampak terhadap ekonomi masyarakat" ujar Nadzir Ahyaulilmi Koordinator/Perwakilan Cipayung Plus DKI Jakarta
Menurut Nadzir, solusi pengelolaan sampah ke depan harus mampu menciptakan nilai ekonomi baru melalui penguatan Bank sampah, industri daur ulang, pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat dalam ekonomi sirkular.
Selain itu, Cipayung Plus DKI Jakarta mendorong pemerintah DKI Jakarta untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengelolaan sampah modern atau MRF di setiap kecamatan agar persoalan sampah Jakarta tidak terus menumpuk di Bantargebang.
Cipayung Plus DKI Jakarta juga Siap mengintruksikan kepada seluruh anggota untuk menjadi pelopor pemilih sampah di rumah masing masing serta lingkungan kampus dan komunitas, selain itu juga kamiakan membuat yang namanya "Sekolah Relawan Pilah Sampah" Guna membantu Pemprov DKI Jakarta untuk mengedukasi masyarakat Jakarta dalam hal mempilah pilih sampah serta pengelolaannya.
kami memandang persoalan sampah bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi persoalan sosial, ekonomi dan peradaban kota. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat "Jaga Jakarta, Jaga Lingkungan" Sebagai gerakan bersama. Jakarta yang bersih adalah cerminan masyarakat yang peduli. Jakarta yang sehat adalah hasil dari kolaborasi semua pihak. Dan Jakarta yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila masyarakat, pemerintah dan generasi muda bergerak bersama menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik.
Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Cipayung Plus Jakarta Gelar Bakti Sosial dan Doa Bersama Anak Yatim Dhuafa
KABARMASA.COM, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus Jakarta menggelar kegiatan Bakti Sosial dan Doa Bersama di Yayasan Erla Global Charity, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa (20/5).
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas semangat Kebangkitan Nasional yang lahir dari gerakan Budi Utomo sebagai tonggak kesadaran persatuan dan kebangkitan bangsa Indonesia. Melalui kegiatan sosial tersebut, Cipayung Plus Jakarta berupaya mengimplementasikan nilai-nilai kepedulian, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Organisasi yang tergabung dalam kegiatan ini antara lain HIMA Persis, PMII, HMI, IMM, KAMMI, SEMMI, GMNI, PMKRI, GMKI, KMHDI, dan Hikmahbudhi. Masing-masing organisasi hadir bersama ketua dan jajaran pengurus sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi lintas organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan.
Pelaksanaan bakti sosial berlangsung di Yayasan Erla Global Charity yang menaungi sekitar 100 anak yatim dan dhuafa. Selain pemberian santunan dan bantuan sosial, kegiatan juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan masa depan generasi muda Indonesia.
Ketua Panitia, Ihsan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antarorganisasi, tetapi juga sebagai sarana memohon doa terbaik dari anak-anak yatim dan dhuafa.
"Melalui kegiatan ini, selain mempererat silaturahmi antar organisasi Cipayung Plus Jakarta, kami juga memohon doa terbaik dari anak-anak yatim dan dhuafa untuk keselamatan bangsa Indonesia, serta untuk kami yang sedang mengemban amanah sebagai pengurus organisasi," ujar Ihsan.
Ia juga mengajak seluruh pemuda untuk terus mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin yang berintegritas dan berkontribusi bagi bangsa. Dalam kesempatan tersebut, Ihsan menukil sebuah ungkapan Arab yang berbunyi, “Syubbanul Yaum Rijalul Ghad” yang bermakna bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.
Menurutnya, semangat kebangkitan nasional harus diwujudkan melalui gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Sofyan selaku Pembina Yayasan Ela Global Charity, dilanjutkan dengan ramah tamah antara peserta kegiatan dan anak-anak binaan yayasan.
Melalui kegiatan ini, Cipayung Plus Jakarta berharap semangat Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya diperingati sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya persatuan, kepedulian sosial, dan peran strategis pemuda dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik.
PMII Kota Batam Gelar Sosialisasi Pendidikan Karakter dan Penyaluran Al-Qur’an di Pondok Pesantren At-tamaddun Sekupang
KABARMASA.COM, KEPULAUAN RIAU - Kota Batam, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Batam melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan karakter sekaligus penyaluran bantuan Al-Qur’an kepada para pelajar dan santri di Pondok Pesantren At-tamaddun pada Senin (18/05/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PMII Kota Batam terhadap penguatan nilai-nilai karakter generasi muda, khususnya di lingkungan pesantren. Pondok Pesantren At-tamaddun sendiri merupakan lembaga pendidikan yang menaungi jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), sehingga memiliki peran penting dalam pembinaan pendidikan dan karakter generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, PMII Kota Batam memberikan materi mengenai pentingnya akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, serta peran pelajar dan santri sebagai generasi penerus bangsa yang berintegritas dan berdaya saing.
Selain sosialisasi pendidikan karakter, PMII Kota Batam juga menyalurkan bantuan sebanyak 25 buah Al-Qur’an untuk mendukung proses pembelajaran dan penguatan pendidikan keagamaan bagi para santri di Pondok Pesantren At-tamaddun.
Ketua KOPRI PC PMII Kota Batam, Fazarina Nurfatihah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata organisasi dalam mendukung pembinaan generasi muda yang berkarakter dan memiliki nilai spiritual yang kuat.
“Pelajar dan santri hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman menjadi hal penting yang harus terus ditanamkan,” ujar Fazarina.
Pihak Pondok Pesantren At-tamaddun menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kontribusi PMII Kota Batam dalam mendukung pendidikan serta pembinaan karakter santri.
Melalui kegiatan ini, PMII Kota Batam berharap dapat terus menghadirkan program-program sosial, pendidikan, dan keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Batam.(Tim/Red)
LBH KNPI DKI Jakarta: Kasus Nadiem Makarim Harus Jadi Momentum Evaluasi Tata Kelola Pendidikan Nasional
PT SPIL Diduga Kuat Terlibat Kasus Motor Bodong Di Kota Tual
STAI Siliwangi Bandung Perluas Kiprah Global Lewat Konferensi Internasional Asia Tenggara
Peran Santri dalam Pendidikan Global: Delegasi Dewan Da’wah Ambil Bagian Dalam International Conference Santri Mendunia Batch
Himpunan Mahasiswa Belakang Padang Soroti Dugaan Ketidakadilan Internal di Bawaslu Kota Batam
KABARMASA.COM, KEPULAUAN RIAU - Kota Batam - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Batam kembali menjadi sorotan setelah muncul kritik terkait dugaan perlakuan tidak adil terhadap pegawai di lingkungan internal lembaga tersebut.
Ketua Himpunan Mahasiswa Belakang Padang, Husni Mubarok, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap internal lembaga pengawas pemilu yang dinilai tidak mencerminkan nilai kemanusiaan dan keadilan sebagaimana tugas dan fungsi Bawaslu dalam menjaga demokrasi. Senin (11/5/2026)
Menurut Husni, Bawaslu memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia melalui pengawasan, pencegahan, penindakan pelanggaran, serta pendidikan politik kepada masyarakat agar pemilu berlangsung jujur, adil, dan demokratis. Namun, ia menilai kondisi di internal lembaga justru bertolak belakang dengan prinsip tersebut.
“Yang terjadi di internal Bawaslu sendiri justru tidak mencerminkan sikap sebagai penyelenggara pemilu yang menjunjung keadilan dan kemanusiaan. Nilai kemanusiaan hanya dijadikan alasan demi menjaga marwah lembaga,” ujarnya.
Ia mengungkapkan adanya dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap seorang staf yang hanya ingin menemani dan menjaga anaknya yang baru berusia 10 bulan dalam kondisi sakit. Namun, staf tersebut justru dinyatakan tanpa keterangan sehingga berdampak pada pemotongan tunjangan kinerja (tukin).
Di sisi lain, menurut Husni, terdapat pegawai lain yang izin kerjanya diterima pada hari yang sama. Tak hanya itu, ia juga menyoroti adanya pegawai dari kabupaten lain yang disebut mendapatkan tugas khusus agar dapat lebih dekat dengan keluarganya.
Kondisi tersebut dinilai menimbulkan pertanyaan terkait asas keadilan di lingkungan internal Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Batam.
“Kalau internal saja diperlakukan seperti itu, bagaimana dengan peserta pemilu yang diawasi?” katanya.
Atas kejadian tersebut, pihaknya meminta Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penggunaan anggaran yang dikelola oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Batam.
Selain itu, Himpunan Mahasiswa Belakang Padang juga menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan di internal Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Batam apabila dugaan ketidakadilan tersebut tidak segera dijelaskan secara terbuka kepada publik.
“Kami menyatakan mosi tidak percaya apabila persoalan ini tidak mendapatkan penjelasan yang transparan. Jangan sampai lembaga yang seharusnya menjaga demokrasi justru mencederai rasa keadilan di internalnya sendiri,” tegas Husni.(Red/tim)
Edisi ke-2
GMJB Geruduk Kemensos: Usut Sepatu Rp27 Miliar dan Anggaran Coffee Shop, Desak KPK Usut Tuntas dan Gus Ipul Dicopot
SMKS IT Attaqwa 07 Tambun Selatan Ikuti Lomba Inovasi Balitbangda Kab. Bekasi dengan Ciptakan Website “Bekasikab1”
KABARMASA.COM, KABUPATEN BEKASI – SMKS IT Attaqwa 07 Tambun Selatan menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik dengan mengikuti Lomba Inovasi Daerah yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bekasi (Balitbangda Kab. Bekasi).
Dalam ajang tersebut, tim inovasi SMKS IT Attaqwa 07 menghadirkan sebuah platform digital bernama “Bekasikab1”, sebuah website layanan masyarakat yang dirancang untuk mempermudah akses informasi dan pengaduan publik di wilayah Kabupaten Bekasi.
Website Bekasikab1 dibuat sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang cepat, transparan, dan responsif. Melalui platform ini, masyarakat dapat dengan mudah melaporkan berbagai permasalahan seperti keadaan darurat, bencana alam, jalan rusak, kecelakaan, hingga kebutuhan ambulans dan bantuan sosial. Sistem dirancang agar laporan yang masuk dapat segera diteruskan kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti secara efektif.
Kepala SMKS IT Attaqwa 07 Tambun Selatan menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam lomba inovasi ini merupakan bentuk nyata peran aktif sekolah dalam mendukung pembangunan daerah berbasis teknologi. 11/5/2026
“Melalui Bekasikab1, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Bekasi. Siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mampu menciptakan solusi yang berdampak langsung bagi publik,” ujarnya.
Tim pengembang yang terdiri dari siswa dan guru pembimbing bekerja secara kolaboratif mulai dari tahap perencanaan, desain sistem, hingga uji coba implementasi. Inovasi ini juga menjadi sarana pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang melatih kreativitas, kemampuan problem solving, serta jiwa kepemimpinan siswa.
Dengan mengikuti Lomba Inovasi yang diadakan Balitbangda Kabupaten Bekasi, SMKS IT Attaqwa 07 berharap Bekasikab1 dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus berinovasi serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital di era modern.
Ke depan, platform Bekasikab1 direncanakan akan terus dikembangkan dengan fitur tambahan seperti notifikasi real-time, integrasi data kependudukan, serta dashboard monitoring untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan.
Partisipasi ini membuktikan bahwa generasi muda Kabupaten Bekasi siap menjadi motor penggerak inovasi daerah melalui pemanfaatan teknologi informasi yang tepat guna dan berkelanjutan.



















.jpeg)
.jpeg)










